Contoh Naskah Negosiasi Singkat

5 Contoh Teks Negosiasi SINGKAT

Posted on

Proses negosiasi merupakan salah satu proses yang banyak terjadi di dalam masyarakat. Berbagai kegiatan membutuhkan proses negoisasi demi kelancaran kegiatan tersebut. Itulah mengapa menguasai cara negosiasi merupakan salah satu ilmu yang penting untuk dipelajari bukan hanya dalam konteks jual beli namun juga dalam konteks yang lebih luas.

Bagi anda yang belum terbiasa melakukan negosiasi dalam proses bermasyarakat, maka anda perlu mengetahui cara bernegosiasi yang baik dan benar sehingga anda dapat melancarkan usaha anda dalam suatu kegiatan tertentu. Untuk itu, anda perlu mengetahui beragam contoh teks negosiasi yang lazim dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Naskah Negosiasi Singkat

Contoh Teks Negosiasi Berbentuk Narasi

Teks negosiasi memang dapat ditulis ke dalam beberapa bentuk yang berbeda, salah satunya adalah bentuk yang sifatnya naratif. Di bawah ini adalah contoh teks negosiasi yang ditulis ke dalam bentuk narasi. Negoisasi ini berlangsung antara Bu Asih dengan seorang pedagang Sayuran Keliling yang ada di komplek perumahan Bu Asih

Seperti pagi-pagi sebelumnya, seorang tukang sayuran keliling langganan Ibu Asih yang biasa mengelilingi kompleks perumahan Ibu Asih telah datang untuk menjajakan asyurannya. Ibu Asih yang sudah berlangganan dengan tukang sayur tersebut kemudian menghampiri dan mulai memilih beragam sayur yang hendak dibeli.

Tukang sayur tersebut mengatakan bahwa ikan yang dibawanya masih segar diambil dari pasar ikan terbesar di kota tersebut. Sedangkan untuk paha ayam yang dibawanya, tukang sayur tersebut mengatakan baru menyembelihnya tengah malam.

Setelah sempat bercakap-cakap cukup lama dengan tukang sayur, Ibu Asih menanyakan harga satu kilogram paha ayam yang ternyata senilai Rp.50.000-, sedangkan untuk satu kilogram ikan dihargai Rp.45.000-,.

Harga satu kilogram paha ayam dirasa terlalu mahal mengingat harga paha ayam biasanya lebih murah daripada dada ayam dan kondisi ayam yang disembelih semalam menurut Ibu Asih seharusnya membuat kualitasnya menurun yang kemudian dapat menurunkan harga ayam itu sendiri.

Karena merasa perlu menawar harga tersebut, Ibu Asih akhirnya memutuskan untuk menawar paha ayam dengan harga Rp.35.000-, per kilogramnya. Tukang sayur tersebut menolak dengan alasan ia tidak mendapat untung jika harga ayamnya dijual seharga dengan angka yang ditawarkan oleh Ibu Asih.

Karena tetap ingin mendapatkan untung namun tanpa kehilangan pelanggannya, tukang sayur memutuskan untuk menurunkan sedikit dari harga semula yakni Rp.45.000-,. Namun dengan harga sebesar itu, Ibu Asih masih merasa jika harga yang sudah diturunkan tersebut masih termasuk mahal jika dibandingkan dengan harga ikan yang dijual dalam kondisi segar.

Ibu Asih tetap berusaha mendapatkan ayam dengan ahrga miring. Caranya adalah menaikkan tawarannya yang awalnya hanya Rp. 35.000 menjadi Rp.40.000-,. Setelah menimbang-nimbang keuntungan yang didapat, tukang sayur pun menyetujui penawaran kedua dari Ibu Asih karena dia merasa pada harga sudah termasuk modal dan laba.

Di sisi lain Ibu Asih juga merasa harga yang ditawarnya tersebut sudah sesuai dengan tingkat kualitas ayam. Setelah menyepakati harga, Ibu Asih membayar seluruh sayur dan ayam yang dibelinya.

Contoh Teks Negosiasi Lengkap dengan Strukturnya

Bagi anda yang baru pertama kali mempelajari mengenai teks negosiasi yang biasa digunakan dalam proses atau kegiatan sehari-sehari, maka anda harus mempelajari terlebih dahulu mengenai struktur penulisan teks negosiasi.

Dengan mempelajari strukturnya terlebih dahulu, maka anda akan lebih mudah dalam mengaplikasikan ilmu negosiasi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh teks negosiasi beserta strukturnya.

Di suatu pagi dihalaman parkir sekolah, seorang satpam sekolah sekolah menegur Andi karena telah tertangkap basah sedang melakukan pelanggaran terhadap peraturan.

(Pembukaan)

Satpam sekolah : Selamat pagi nak Andi

Adi : Iya pak, selamat pagi. Ada apa ya Pak? Kenapa kendaraan saya diberhentikan?

(Isi)

Satpam sekolah : Nak Andi bukankah sudah mengetahui bahwa pada peraturan sekolah telah ditentukan bahwa setiap siswa wajib menggunakan Helm dan menggunakan kendaraan yang memiliki kaca spion lengkap sesuai dengan peraturan lalu lintas yang berlaku?

Andi : Iya pak, mohon maaf saya tidak menggunakan Helm dan kaca spion sepeda motor saya tidak lengkap, karena sebenarnya ini adalah motor kakak saya dan kendaraan milik saya pribadi dipinjam dan dipakai kakak saya beserta helm saya untuk urusan mendadak tadi pagi buta. Jadi, saya terpaksa menggunakan motor miliknya untuk berangkat ke sekolah.

Satpam sekolah : Iya nak Andi, tapi alasan kamu tidak bisa membatalkan hukuman yang harus kamu terima. Karena kamu sudah melanggar dua poin dari peraturan sekolah yang berlaku maka kamu harus saya bawa ke ruang Bimbingan Konseling sehingga nanti kamu dapat menjelaskan kesalahan serta kejadiannya di sana.

Andi : Tetapi pak saya hari ini ada ujian Fisika pada jam pelajaran pagi dan ujian Kewarganegaraan tepat setelah itu pada jam pelajaran siang. Bagaimana kalau kita damai saja sekarang Pak. Lagipula saya baru melakukan pelanggarana satu kali ini, sebelumnya juga saya selalu taat aturan Pak.

Satpam sekolah : Maaf Nak Andi, tapi hal tersebut tidak dibenarkan. Tidak ada pelanggaran yang dibenarkan di lingkungan sekolah kita. Dan juga ini sudah menjadi ketentuan sekolah. Kamu bisa menjelaskan alasanmu setelah semua tanggunganmu di dalam kelas. Jika kamu tetap tidak mau maka, pihak sekolah akan mengirimkan surat panggilan untuk orang tua yang akan langsung diantar ke rumahmu.

Andi : apakah tidak ada jalan tengah lagi, Pak? Menurut saya ini hanya sebuah pelanggaran kecil dan tidak harus melibatkan guru di ruang bimbingan konseling karena dapat menguragi nilai prestasi saya di dapor akhir semester nanti.

Satpam sekolah : tidak ada toleransi untuk semua bentuk pelanggaran Nak Andi. Kamu sudah tahu sendiri bahwa pelanggaran paling remeh pun harus dilaporkan ke guru bimbingan konseling. Hal ini untuk menumbuhkan sifat disiplin dan kehati-hatian anak-anak di dalam lingkungan sekolah.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Peristiwa Alam

Andi : ini adalah pertama kalinya saya melakukan kesalahan pak. Apakah benar-benar tidak ada jalan lain? Karena saya sudah susah payah mengumpulkan nilai dan citra yang baik agar tidak mendapatkan catatan merah pada semester ini di rapor saya.

Satpam sekolah: Nak Andi, jika memang Nak Andi memiliki sifat kooperatif dan mau mengakui serta bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah Nak Andi lakukan, guru Bimbingan konseling tidak akan memberikan rapor merah untuk penilaian sikap di dalam lingkungan sekolah. Sebuah teguran tidak berarti rapor nak Andi akan jadi merah

(Penutup)

Andi : Yah, saya sungguh menyesal pak, tapi jika memang tidak aja jalan lain, dan pelanggaran ini tidak dapat saya nego dengan bapak, nanti selepas jam pelajaran siang selesai saya akan melapor ke ruang bimbingan konseling dengan membawa surat keterangan melanggar dari Pak Satpam. Permisi pak, terimakasih juga sudah menegur dengan baik.

Satpam sekolah : Iya sama-sama nak Andi.

Contoh Teks Negosiasi yang terjadi antara 3 Orang dalam proses Jual Beli

Contoh Teks Negosiasi yang terjadi antara 3 Orang dalam proses Jual Beli

Seperti yang kita ketahui, proses jual beli kebanyakan terjadi antara 2 orang, yaitu satu orang penjual dan satu orang pembeli, sehingga proses negosiasi yang berlangsung hanya antara 2 orang saja. Namun, jika ditambah satu orang lagi, tentu percakapan yang berlangsung akan lebih kompleks.

Untuk dapat mengetahui bagaimana proses negosiasi yang terjadi antara 3 orang dalam sebuah proses jual beli, contoh teks negosiasi berikut ini dapat anda pelajari. Berikut ini adalah contoh teks negosiasi yang terjadi di antara 3 orang jual beli. Di sebuah pasar tradisional kala itu terdapat seorang penjual petai menjajakan dagangannya.

Pembeli : Bu petai dagangannya Cuma sisa ini saja? Hanya ada 3 tangkai saja Bu?

Penjual : Iya benar bu, tadi pagi saya ada 20 tangkai lebih tapi agak siangan sudah habis karena diborong langganan saya.

Pembeli : Ya sudah kalau begitu saya ambil ini semua ya bu, 3 tangkai buat saya, ya? Kebetulan saya akan memasak porsi besar jadi lumayan butuh banyak juga petainya. Berapa total harga 3 tangkai petainya ini ya Bu?

Penjual : Saya jual itu satu ikat petainya dengan harga Rp.15.000-, kalau ibu jadi ambil 3 tangkai semua berarti totalnya ya Rp.45.000-,

Pembeli 1 : Waduh kok segitu bu harganya. Memangnya itu sudah tidak bisa dikurangi ya bu harganya. Saya tawar Rp.10.000-, per ikat boleh tidak bu? Inikan saya hanya dapet sisanya saja, saya ambil semua karena penghabisan. Kalau tidak saya beli nanti malah Ibu yang rugi.

Penjual : Tidak bisa bu, saya beri harga Rp40.000-, saja untuk 3 tangkai petai itu semuanya, laba saya sudah sedikit kalau saya lepas harga segitu Bu, hanya balik modal harga segitu.

Pembeli 2 : Bu kalau begitu biar saya saja yang membeli petainya, saya mau ambil dengan harga Rp.15.000-, per ikatnya. Tapi saya hanya butuh dua ikat saja Bu.

Penjual : Maaf bu, saya tidak bisa menjual petai ini kepada ibu karena ibu ini telah menawar kepada saya terlebih dahulu. Karena saya juga belum menyelesaikan proses negosiasi dengan ibu ini yang pertama menawar dagangan saya.

Pembeli 2 : Tapi saya tidak menawar harga barang ibu, saya ambil dengan harga normal dengan kuantitasnya yang hanya 2 tangkai. Ibu akan untung dan tidak Cuma balik modal dengan menjual kepada saya.

Penjual : Mohon maaf bu, tapi aturan tawar menawar memang seperti itu, dan saya sudah menjadi pedagang sayur mayur bertahun-tahun saya tidak pernah melakukan penawaran yang tidak sopan seperti itu bu.

Pembeli 1 : Baiklah bu saya terima harga Rp.40.000, yang ibu berikan saya ambil semua ya.

Penjual : Terimakasih ya bu.

Pembeli 1 : Sama-sama.

Contoh Teks Negosiasi Formal

Negosiasi tidak hanya dapat terjadi di sebuah pasar. Namun, proses negosiasi dapat berlangsung di mana saja yang memungkinkan adanya proses tawar menawar atau proses jual beli. Karena proses negosiasi ini dapat berlangsung di mana saja dan dalam kondisi yang bagaimana saja, sehingga sangat memungkinkan terjadi sebuah proses negosiasi dengan sifat yang formal.

Berikut ini adalah contoh proses negosiasi yang berlangsung dalam situasi formal. Negosiasi ini terjadi antara Henry dan Awi.

Henry : Selamat pagi Bapak Awi. Nama saya Heri, saya adalah seorang pengusaha dibidang Laundry.

Alwi : Selamat pagi Pak Hendy, ada apa ya pak? Adakah yang bisa saya bantu?

Henry : Jadi begini Pak, maksud kedatangan saya adalah untuk menyampaikan keinginan saya untuk menyewa tanah bapak yang di depan rumah untuk dibangun satu cabang usaha Laundry saya yang abru pak. Kebetulan lokasinya strategis di pinggir jalan dan dekat dengan kompleks perumahan. Jadi kedatangan saya di sini langsung mewakili perusahaan saya untuk dapat menyewa tanah milik bapak.

Awi : Jadi bapak datang sebagai seorang pemimpin perusahaan bapak sendiri begitu ya?

Henry : Iya Pak. Benar. Saya ingin menanyakan berapa harga sewa tanah bapak selama setahunnya?

Awi : Iya pak kebetulan saya juga ingin menyewakan tanah tersebut karena membutuhkan dana untuk keperluan kuliah anak saya. Saya menawarkan harga Rp.100.000.000-, pertahunnya pak.

Heri : Saya rasa jika Rp.100.000.000-, terlalu mahal mengingat lahan bapak nampaknya tidak begitu luas. Bahkan luasnya lebih kecil daripada cabang saya di tempat lainnya.

Awi : Kalau menurut bapak terlalu mahal, baiklah bisa saya turunkan harganya di angka Rp. 80.000.000-, pertahunnya.

Henry : Bagaimana kalau saya tawar Rp. 60.000.000-, saja pak. Saya juga membutuhkan modal untuk keperluan lainnya di cabang baru saya. Jika bapak setuju saya bersedia menyewa tanah tersebut dengan masa kontraknya hingga 5 tahun ke depan dan bapak akan saya persilakan untuk langsung menandatangani surat kontrak.

Awi : Baiklah pak saya setuju dengan angka yang bapak tersebut. Dan saya akan menandatangani kontraknya. Namun saya harus baca setiap nomor yang tercantum dalam peraturan kontrak tersebut terlebih dahulu

Henry : Baik Pak. Silakan anda baca terlebih dahulu lalu tanda tangan di kanan bawah, tempatnya sudah saya sediakan. Sekali lagi terima kasih Pak Awi.

Awi : Ya Pak Heri, sama-sama

Contoh Teks Negosiasi dalam Pemecahan Konflik

Negosiasi juga sering terjadi dalam pemecahan konflik yang terjadi antara 2 pihak yang bertentangan. Beberapa kasus biasanya membutuhkan pihak ketiga sebagai penengah. Berikut ini adalah contoh naskah negosiasi yang terjadi dengan tujuan pemecahan konflik antara 2 pihak yang tengah berselisih.

Tetangga baru Pak Joni yaitu Pak Azwar memiliki usaha bengkel las tepat di depan rumahnya. Sedangkan Pak Joni sebagai pasangan yang baru menikah, memiliki seorang bayi perempuan yang membutuhkan istirahat di siang hari. Suara bengkel Pak Azwar dinilai Pak Joni terlalu berisik sehingga mengganggu waktu tidur bayi pak Joni.

Joni : Selamat siang pak Azwar, apakah bapak tidak sadar bahwa suara bengkel Bapak yang sangat riuh di siang hari itu mengganggu tidur anak bayi saya.

Azwar : Iya Pak Joni,  saya menyadarinya, dan saya minta maaf karena usaha saya ini memang memberikan sedikit kerugian bagi bapak dan keluarga bapak karena telah mengganggu kenyamanan bapak.

Joni : Baik Pak. Tapi saya dan keluarga saya butuh solusinya dari Pak Azwar langsung sebagai pemilik bengkel ini.

Azwar  : Saya akan mencoba mengecilkan suara mesin saya dengan membeli mesin las terbaru dan menjual mesin lama. Dan mungkin Bapak juga bersedia membantu saya dengan memindahkan anak bapak ke ruangan yang agak jauh dari sumber suara.

Joni : Iya pak, saya juga minta maaf karena telah menegur bapak seperti ini. Iya nanti saya akan coba memindahkan kamar anak saya ke bagian belakang. Terimakasih Pak.

Azwar : Sama-sama pak.

Gravatar Image
Seseorang yang tertarik pada pengetahuan terbaru, "hari ini harus belajar pengetahuan baru lebih banyak dari hari-hari kemarin"