Perbedaan Objektif dan Subjektif

Posted on

Saat kita mendengar kata “objektif” dan “subjektif”, mungkin kita sering mengaitkannya dengan bidang-bidang seperti jurnalisme, seni, atau bahkan filosofi. Namun, sebenarnya konsep objektif dan subjektif dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari penilaian terhadap suatu karya hingga pandangan terhadap suatu peristiwa.

Pengertian Objektif

Objektif berasal dari kata “objektifitas” yang berarti kualitas atau sifat yang bersifat obyektif. Obyektif sendiri memiliki arti “berkaitan dengan fakta yang ada di luar diri subjek atau sesuai dengan kenyataan yang ada.” Dalam konteks ini, objektif dapat diartikan sebagai pandangan atau penilaian yang didasarkan pada fakta atau data yang objektif dan dapat diukur.

Sebagai contoh, jika kita ingin menilai kualitas suatu karya seni, kita dapat menggunakan standar-standar yang objektif seperti teknik yang digunakan, keindahan visual, dan sebagainya. Penilaian yang didasarkan pada standar-standar ini dapat dianggap objektif karena tidak tergantung pada pandangan atau persepsi individu yang mungkin berbeda-beda.

Pengertian Subjektif

Sedangkan subjektif berasal dari kata “subjektifitas” yang berarti kualitas atau sifat yang bersifat subjektif. Subjektif sendiri memiliki arti “berkaitan dengan pandangan atau persepsi individu yang mungkin berbeda-beda.” Dalam konteks ini, subjektif dapat diartikan sebagai pandangan atau penilaian yang didasarkan pada pengalaman, keyakinan, atau preferensi individu.

Sebagai contoh, jika kita ingin menilai keindahan suatu karya seni, kita dapat menggunakan pandangan subjektif yang didasarkan pada preferensi pribadi. Penilaian seperti ini dapat dianggap subjektif karena tergantung pada pandangan atau persepsi individu yang mungkin berbeda-beda.

Perbedaan Antara Objektif dan Subjektif

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara objektif dan subjektif terletak pada sumber dari pandangan atau penilaian tersebut. Jika objektif didasarkan pada fakta atau data yang objektif dan dapat diukur, maka subjektif didasarkan pada pengalaman, keyakinan, atau preferensi individu.

Dalam banyak kasus, penilaian yang objektif dianggap lebih dapat dipercaya dan dihargai karena didasarkan pada fakta atau data yang dapat dibuktikan. Namun, penilaian subjektif juga memiliki nilai penting karena mencerminkan keunikan dan keragaman individu.

Contoh Penggunaan Objektif dan Subjektif

Untuk lebih memahami perbedaan antara objektif dan subjektif, berikut adalah beberapa contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari:

1. Penilaian Kinerja Karyawan

Dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia, penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan standar-standar objektif seperti produktivitas, kualitas hasil kerja, dan absensi. Namun, penilaian seperti ini juga dapat dipengaruhi oleh pandangan subjektif dari atasan atau rekan kerja yang melakukan penilaian.

2. Penilaian Terhadap Karya Seni

Penilaian terhadap karya seni dapat dilakukan dengan menggunakan standar-standar objektif seperti teknik yang digunakan dan keindahan visual. Namun, penilaian seperti ini juga dapat dipengaruhi oleh pandangan subjektif dari penikmat seni yang mungkin memiliki preferensi estetika yang berbeda-beda.

3. Pandangan Terhadap Suatu Peristiwa

Pandangan terhadap suatu peristiwa dapat didasarkan pada fakta-fakta objektif seperti waktu, tempat, dan kronologi peristiwa. Namun, pandangan seperti ini juga dapat dipengaruhi oleh pandangan subjektif dari individu yang mengalami peristiwa tersebut.

Kesimpulan

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep objektif dan subjektif dapat diterapkan pada berbagai aspek, mulai dari penilaian terhadap suatu karya hingga pandangan terhadap suatu peristiwa. Perbedaan antara objektif dan subjektif terletak pada sumber dari pandangan atau penilaian tersebut. Jika objektif didasarkan pada fakta atau data yang objektif dan dapat diukur, maka subjektif didasarkan pada pengalaman, keyakinan, atau preferensi individu.

Dalam banyak kasus, penilaian yang objektif dianggap lebih dapat dipercaya dan dihargai karena didasarkan pada fakta atau data yang dapat dibuktikan. Namun, penilaian subjektif juga memiliki nilai penting karena mencerminkan keunikan dan keragaman individu.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments