Keanekaragaman Hayati

Pengertian Keanekaragaman Hayati: Tingkat Genetik, Individu, dan Ekosistem

Posted on

Setiap wilayah memiliki keanekaragaman hayati yang bervariasi, misalnya di Indonesia dikenal sebagai daerah megabiodiversity karena kekayaan dan keadaan alam yang beriklim tropis menjadi habitat yang sangat cocok bagi fauna dan flora, sehingga keanekaragam makhluk hidupnya tergolong tinggi. Agar lebih memahaminya berikut penjelasannya.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dikenal dengan istilah  biodiversitas (biodiversity). Definisinya berbagai jenis organisme hidup yang berada pada tiga  tingkatan yaitu gen, spesies, dan ekosistem.  Diartikan juga sebagai bentuk unik suatu genetik dan spesies atau individu pada habitatnya. Kata unik tersebut tertuju pada suatu spesies dapat hidup di suatu habitat khusus, dan makanan yang dimakannya khas.

Contohnya Panda (Ailuropoda melanoleuca) yang keberadaannya di Cina hanya  memakan daun bambu , Koala Australia hanya dapat memakan daun kayu putih (Eucalyptus). Komodo kebanyakan dapat ditemukan di tempat-tempat khusus yaitu  di pulau Komodo, Flires, Gili Montang, Padar, Gili Dasami, dan Rinca.

Tingkat Genetik

Perbedaan gen yang terjadi pada spesies atau suatu jenis makhluk hidup. Setiap makhluk hidup tingkat spesies memiliki ciri khas tersendiri sehingga dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman gen organisme  pada satu spesies disebut ras atau varietas.

Berbagai buah memiliki bentuk, warna, ukuran, tekstur dan daging buah yang bervariasi. Contohnya varietas pisang   (Musa paradisiaca) diantaranya pisang raja uli, pisang raja sereh, pisang raja jambe, dan pisang raja molo semuanya memiliki ciri khas tersendiri, Varietas mangga (Mangifera indiva) diantaranya mangga cangkir, mangga golek, mangga cengkir, mangga apel, dan mangga kidang.

Keanekaragamanan dalam tingkat genetik pada hewan, contohnya warna rambut kucing (Felis silvestris catus) yang berbeda-beda ada yang berwarna putih, hitam, abu-abu, dan cokelat.

Keanekaragaman pada tingkat genetik dipengaruhi oleh.gen-gen yang ada dalam kromosom pada setiap organisme. Kromosom  tersebut diturunkan dari kedua induknya melalui pewarisan sifat. Selain itu kondisi lingkungan dari habitat suatu organisme juga memengaruhinya. Contohnya bibit dari buah durian yang memiliki sifat genetik berbuah besar, ketika ditanam pada lingkungan yang berbeda dengan keadaan lingkungan miskin hara dan tandus, tanaman tersebut tidak menghasilkan buah yang sesuai dengan induknya.

Keanekaragaman gen dapat ditingkatkan melalui cara perkawinan silang (hibridasi) antara organisme yang memiliki sifat beda sehingga menghasilkan keturunan yang berbeda dari induknya. Misalnya hibridasi anggrek dendrobium dengan palaemopsis untuk menghasilkan anggrek yang memiliki warna yang berbeda dari kedua induknya. Hibridasi sapi Bali dengan sapi Fries Holland.

Cara lainnya yaitu pengadopsian hewan atau tumbuhan dari lingkungan liar  dan ke lingkungan manusia, kemudian dirawat dan dimanfaatkan (domestikasi). Contohnya jagung, jagung yang liar tidak memiliki buah yang besar, namun setelah dibudidaya oleh manusia melalui hibridasi dan pemuliaan lainnya, buah jagung yang dihasilkan merupakan buah jagung yang sehari-hari ditemui.

Pengertian Hukum Internasional: Kaidah, Asas-Asas, Bentuk

Individu

Ekosistem

Organisme yang hidup berdiri sendiri bersifat bebas secara fisiologis, tidak memiliki hubungan organik dengan sesamanya. Satu spesies pada makhluk hidup juga disebut individu. Keanekaragaman pada suatu individu merupakan variasi yang dapat ditemui pada suatu kelompok atau komunitas berbagai spesies yang hidup di tempat yang sama.

Contohnya di suatu halaman terdapat pohon jeruk, pohon mangga, pohon kelapa, pohon rambutan, tanaman rosaceae, melati, jahe, cempaka, kunyit, kumbang, lebah, burung, cacing dan kupu-kupu. Terdapat berbagai macam spesies yang berbeda dalam tempat yang sama, setiap individu pada tempat tersebut memiliki relung (peranan) yang berbeda-beda, individu-individu tersebut hidup berdasarkan relungnya.

Tingkat yang tinggi dari keanekaragaman individu pada tingkat ini dapat ditemui pada lingkungan yang jauh dari kehidupan manusia, misalnya di hutan. Di hutan dapat ditemui berbagai macam hewan dan tumbuhan yang lebih banyak dan bervariasi dibandinglan di perkebunan dan di sawah.

Ekosistem

Terbentuk karena adanya penyesuaian diri dari berbagai kelompok spesies terhadap lingkungannya. Kemudian diantara keduanya terjadi hubungan timbal balik antara spesies terhadap lingkungan abiotiknya dan saling memengaruhi antara satu spesies dengan spesies lainnya. Variasi pada ekosistem terjadi sesuai spesies pembentuknya.

Ekosistem disusun oleh jenis organisme yang berbeda, misalnya ekosistem hutan hujan tropis terdapat rotan, pohon-pohon tinggi seperti ramasala dan meranti yang berkanopi, paku-pakuan, anggrek, harimau, monyet, ular, orang utan, babi, rusa, serangga, dan kambing hutan. Pada sungai dihuni oleh ikan, udang, ular, kepiting, dan alga air tawar.

Selain itu keanekaragaman ekosistem pada wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, ketinggian tempat, posisi tempat berdasarkan garis lintang, iklim, matahari, cahaya,suhu, kelembapan, dan kondisi tanah. Indonesia terletak di garis khatulistiwa dan merupakan negara yang berpulau-pulau sehingga terdapat sekitar 47 macam ekosistem di darat maupun di lautan.

Berdasarkan proses terbentuknya ekosistem terbagi menjadi dua bagian:

  1. Ekosistem buatan

Disebut juga agroekosistem, merupakan ekosistem yang sengaja dibuat manusia dengan keanekaragaman spesies lebih rendah dari keragaman ekosistem alamiah namun keragaman genetik pada ekosistem ini lebih tinggi. Contohnya ekosistem pesawahan, kebun dan ladang.

  1. Ekosistem alami

Terbentuk secara alamiah, terbentuk secara langsung oleh alam tanpa adanya campur tangan manusia, keragaman spesies lebih tinggi namun keragaman genetik rendah dari pada ekosistem buatan.

Contohnya rawa, padang lamun (tempat antara terumbu karang dengan mangrove), terumbu karang, laut dalam, hutan bakau (mangrove), muara sungai (estuari), pantai batu, pantai pasir, sungai, danau, padang rumput, padang pasir, dan jenis hutan lainnya.

Berdasarkan tempatnya, ekosistem memiliki dua tipe yaitu:

Ekosistem akuatik

Sebagian besar terbentuk oleh komponen abiotik yang terdiri dari air terbagi menjadi beberapa kelompok:

  • Plankton

Organisme yang terdiri dari zooplankton dan fitoplankton, dapat berpindah dan bergerak secara pasif dengan adanya air. Contoh zoopalnkton protozoa, dan fitoplankton yaitu ganggang uniseluler.

  • Nekton

Organisme yang dapat bergerak aktif di perairan. Contohnya katak dan ikan.

  • Neustron

Organisme yang terlihat mengapung di permukaan air, pergerakan sesuai karakteristik organisme yaitu ada yang bergerak secara aktif maupun pasif. Contohnya, ganggang, eceng gondok dan serangga air

  • Bentos

Keberadaan organisme ini di dasar perairan. Contohnya kepiting, udang dan cacing

  • Perifikton

Organisme perairan yang hidupnya melekat pada organisme lain. Contohnya siput dan ganggang.

Berdasarkankeadaan lingkungannya, ekosistem akuatik dibagi dua bagian yaitu:

Ekosistem air laut

Keadaan lingkungannya yaitu memiliki salinitas (kadar air) yang tinggi, suhu bervariasi di dari bagian permukaan hingga kedalaman laut, arus laut dipengaruhi oleh arah angin, perbedaan massa jenis air, tekanan airan gaya tektonik batuan, dan gaya grafitasi, habitat air laut saling berhubungan satu dengan lainnya, tidak dipengaruhi iklim dan cuaca.

Intensitas cahaya matahari yang menembus air menyebabkan ekosistem air terbagi menjadi beberapa zona diantaranya:

  • Zona fotik

Daerah dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dan mampu ditembus cahaya matahari. Di daerah ini masih terdapat organisme yang mampu berfotosintersis.

  • Zona twilight

Keadaan daerahnya nampak cahaya yang remang-remang sehingga kurang efrektif untuk berfotosintesis.

  • Zona afotik

Keadaannya gelap karena daerah tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Kedalamannya sekitar 2.000 meter.

Sedangkan zona ekosistem dari mulai pantai hingga ke laut bagian tengah dibedakan menjadi:

  • Zona litoral

Daerah yang berbatasan dengan daratan sehingga seperti daratan ketika air laut surut dan terendam saat air pasang. Penghuni daerah ini merupakan kelompok buku babi, bintang laut, kepiting, udang, dan cacing laut.

  • Zona neritik

Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari dengan kedalaman sekitar kurang dari 200 meter, daerah laut yang dangkal, penghuninya ikan dan ganggang laut.

  • Zona batial

Keadaanya remang-remang, dengan kedalaman 200 meter hingga 2.000 meter. Tidak terdapat produsen, dihuni oleh nekton.

  • Zona abisal

Keadaannya gelap dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter, disebut daerah palung laut. Zona ini dihuni oleh detritrifor, hewan predator, dan pengurai.

Adapun macam-macam ekosistem air laut sebagai berikut.

  • Ekosistem pantai pasir

Angin bertiup kencang dan cahaya matahari sangat kuat. Interaksi yang terjadi pada tanaman berbatang lunak, perdu, pohon, dan hewannya berupa kepiting dan burung. Pantai pasir terdapat di Papua, Bali, Lombok, Bengkulu dan Bantul.

  • Ekosistem pantai batu

Terdapat banyak bongkahan batu dari yang besar hingga yang kecil. Interaksi yang terjadi diantara alga merah, alga cokelat, kerang, siput, kepiting, dan burung.

  • Ekosistem hutan mangrove

Berada di daerah tropis hingga subtropis.Didominasi oleh tumbuhan tembakau, kayu api, dan bogem, dah hewannya berupa ikan, biawak, kepiting, kerang, udang, dan buaya.

  • Ekosistem estuari

Daerah pencampuran air sungai dan air laut, salinitas lebih rendah dari air laut, lebih tinggi dari air tawar, 5-25 ppm. Interaksi terjadi antara seagrass dengan hewan duyung, penyu, bulu babi, dan udang.

  • Ekosistem terumbu karang

Daerah yang berada di laut dangkal memiliki air yang jernih. Terjadi interaksi antara alga dan hewan coelenterata, porifera, mollusca, bintang laut, dan ikan.

  • Ekosistem laut dalam

Berada dalam daerah laut yang paling dalam atau disebut daerah palung. Daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Tidak ditemukan produsen hanya ditemukan ikan yang penutup kulitnya mengandung fosfor.

Ekosistem air tawar

Memiliki ciri ciri, salinitas yang rendah, daerah yang kurang penyinaran cahaya matahari, dipengaruhi iklim dan cuaca.

Berdasarkan keadaan airnya ekosistem air tawar dibagi menjadi dua bagian.

  • Ekosistem air tawar lentik (tenang) contohnya rawa dan danau
  • Ekosistem air tawar lotik (mengalir) contohnya air terjun dan sungai

Berdasarkan intensitas cahaya yang menembus air terbagi menjadi beberapa zona.

  • Zona litoral

Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari hingga ke dasar perairan

  • Zona limnetik

Daerah masih dapat ditembus cahaya matahari dengan lokasi jauh dari tepian sampai kedalamanperairan.

  • Zona profundal

Daerah yang tidak dapat ditembus cahaya matari. Tidak ditemukan produsen, namun dihuni oleh hewan pemangsa dan pengurai.

Ekosistem darat

Daerahnya disebut bioma karena terhampar luas. Daerah dipengaruhi oleh iklim dan iklim dipengaruhi oleh letak geografis garis lintang dan ketinggian dari permukaan air laut. Terdapat tujuh macam bioma dengan penghuni organisme yang bervariatif diantarnya.

  • Sabana

Terdapat di daerah tropis, dengan curah hujan 90-150 cm pertahun. Jenis organismenya berupa tumbuhan rumput seperti Eucalyptus, Acacia, dan Coryphautan, sedangakan hewannya macan tutul, singa, kijang, gajah, kuda dan zebra.

  • Hutan hujan tropis

Curah hujan 200-450 cm pertahun, suhu lingkungan 21-390C. Terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh tinggi,  beberapa tanaman yang tumbuh diantaranya tumbuhan epifit seperti anggrek, dan tumbuhan merambat seperti rotan, hewan yang berkeliaran di bagian atas berupa kelelawar, serangga, ular, monyet, tupai sementara di tanah berupa jaguar, macan tutul, dan babi hutan.

  • Padang rumput

Berada di daerah tropis yang beriklim sedang dengan curah hujan 25-50 cm pertahun. Dihunioleh rumput yang tumbuh hingga 3 meter seperti bluestem grasses, grama grasses dan buffalo grasses. Sedangkan hewannya terdiri dari reptil, ular, bison, burung, jaguar, cheetah, jerapah, zebra, serigala, kijang, hewan pengengat, dan singa.

  • Gurun

Daerah dengan ciri-ciri curah hujan sekitar 25 cm pertahun, tingginya kecepatan eveporasi, kelembapan udara yang rendah, suhu lingkungan di siang hari bisa sangat panas mencapai 600C dan dimalam hari mencapai 00C, keadaan tanah tandus.

Terdapat tumbuhan xerofit seperti kaktus sedangkan hewannya berupa kalajengking, semut, tikus, ular, kadal, burung dan unta.

  • Hutan gurun

Berada di daerah dengan empat musim yaitu panas, semi, dingin,dan gugur. Curah hujan mencapai 75-100 cm pertahun. Tumbuhan yang hidup berupa elm, oak, beech dan maple sedangkan hewannya yaitu kelelawar, hamster, danhewan pengengat.

  • Taiga

Berada di daerah subtropis dan kutub. Tumbuhannya berupa alder, cemara, juniper, birch, dan spruce sedangkan hewannya berupa burung, serangga, serigala, lynx, beruang hitam, dan moose.

  • Tundra

Bioma paling dingin, terdapat dua macam tundra yaitu.

1. Tundra arkrik

Di daerah kutub utara, tanah ditutupi salju yang mencair di musim panas, pada musim dingin tidak ada cahaya matahari, daerah yang tersinari matahari pada  musim panas.

Vegetasi di daerah ini berupa lumut sphagnum, lichen, pohon willow, dan brich sedangkan hewanya berupa burung ptarmigan, rubah, muskox dan caribou.

2. Tundra alpin

Terdapat di puncak pegunungan yang tinggi seperti di Jaya Wijaya Papua. Tumbuhan penghuninya berupa rumput alang-alang, perdu, lichen dan lumut daun.

Gravatar Image
Seseorang yang tertarik pada pengetahuan terbaru, "hari ini harus belajar pengetahuan baru lebih banyak dari hari-hari kemarin"